HomeArsipIndex BeritaBerita Internal23 Negara Bahas People Smuggling dan Isu Kemaritiman Internasional

23 Negara Bahas People Smuggling dan Isu Kemaritiman Internasional

Tanjung Benoa, Bali - Hari kedua pelaksanaan Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) ke 4 dibuka oleh Prof Martin Tsamenyi. Panel dibuka selama 20 menit untuk mendengarkan presentasi pihak Australia mengenai People Smuggling oleh Mr. Robert Byrne, First Secretary, Australian Customs and Border Protection Service (23/4/2013). Dimulai dengan memperkenalkan ACBPS kepada delegasi yang hadir terkait kewenangan, sarana dan prasarana yg yg digunakan dalam pengamanan laut, termasuk kapal, pesawat terbang dan peralatan surveillance (pemantau jarak jauh), peralatan Navigasi dan teknologi lainnya.

Robert memaparkan mengenai people smuggling dimana kapal-kapal berdatangan dari India, Pakistan dan Srilanka yang melalui Indonesia. Pada tahun 2012 arus pengungsi kebanyakan warga Iran.Pada 2013 ada penambahan asal pengungsi yaitu dari Vietnam dan Sudan. Dari India dan Srilanka menggunakan kapal Troll, dari Indonesia menggunakan kapal nelayan.

Modus sekarang kapal-kapal yang digunakan mengalami modifikasi untuk mensukseskan usahanya masuk perairan Australia. Kapal pengangkut manusia tersebut berubah dari asalnya berwarna putih, di cat biru. Ini juga merupakan upaya kamuflase sehingga kapal semakin sulit terlihat secara kasat mata dari kejauhan.

Juga upaya jika ada paparan yang terpantau, pengungsi berpindah ke bagian sisi kapal yang tidak terpantau, sehingga menimbulkan kerawanan kapal terguling. Robert menyoroti alat keselamatan sangat memprihatinkan, tidak adanya life jacket. Sehingga seperti suatu kejadian dimana ada kapal pengungsi yang menabrak karang di Pulau Christmas, yang menyebabkan 50 pengungsi meninggal karena tenggelam.

ACBPS menyadari luasnya wilayah perairan yang diawasi, sehingga membuat metode pengawasan yang lebih efektif selain patroli kapal dan surveillance. Yaitu penggunaan pesawat udara untuk memantau luas wilayah perairan yang lebih luas.

Indonesia dan Australia telah bekerjasama untuk mengatasi hal ini, berusaha mengurangi korban jiwa akibat sarana transportasi para pengungsi atau arus manusia yang berupaya masuk perairan Australia dengan kondisi yang buruk dan tidak memperhatikan alat-alat keselamatan.

Sayangnya modus yang sudah terstruktur rapi untuk menyelundupkan manusia ini, hanya berupaya menjual janji-janji untuk masuk Australia dengan mudah. Mereka hanya berharap para calon penggunanya tersebut masuk ke kapal demi meraup uang mereka. Apapun resikonya, dan seringkali tidak sepadan. Setelah Australia, Indonesia memaparkan mengenai isu kemaritiman diwakili oleh Kolonel Maritim Dodi Fernando dari Bakorkamla.

Dodi memperkenalkan mengenai institusi Bakorkamla, dan isu keamanan di laut yang terjadi di Indonesia dan upaya yang sudah dilakukan oleh aparat keamanan Indonesia. Khususnya mengenai illegal logging, illegal mining, illegal smuggling, illegal drugs trafficking.

Dodi juga mengetengahkan modus operandi mengenai masuknya imigran illegal termasuk masuknya melalui bandara di Indonesia dengan paspor palsu dan mencari kapal-kapal nelayan yang mau menyeberangkan mereka ke Australia.Sementara itu juga Dodi juga menyebutkan Indonesia telah mengadakan beberapa perjanjian dengan Malaysia dan Singapura mengenai beberapa isu khusus dalam bidang keselamatan dan keamanan maritim.

Setelah tanya jawab sesi kedua beberapa negara peserta mempresentasikan isu-isu kemaritiman menurut perspektif mereka. Beberapa negara tersebut ialah Indonesia, Bangladesh, Brunei, Cambodia, China, Hong Kong, Laos, Malaysia dan Maladewa. Berlanjut pada sesi ketiga yaitu, Pakistan, Papua New Guinea, Phillipines, Korea Selatan, Singapore, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.

Kemudian disambung oleh presentasi oleh Captain Hartmut Hesse - mantan Special Representative of the Secretary General for Maritime Security and Counter-Piracy Programmes, International Maritime Organiation (IMO). Kemudian presentasi oleh Kolonel Laut (KH) DR. Krisno Buntoro memberikan paparan tentang Design Nation of Archipelagic Sealine Passage, sesi keenam peserta 23 negara membahas mengenai Flag State, dan ditutup dengan Law of The Sea Course oleh Bakorkamla dan ACBPS.

sumber : PHP Bakorkamla
 

PEMBERITAHUAN KEPADA MASYARAKAT

Diberitahukan kepada masyarakat maritim dan pihak

yang berkepentingan dengan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) maupun masyarakat luas,

apabila ada oknum yang mengatasnamakan Bakorkamla yang intinya meminta uang dengan alasan tertentu,

agar diabaikan dan segera laporkan ke 127 dan 021 500500.

HATI-HATI SINDIKAT PENIPU !!!

DIHIMBAU KEPADA SELURUH MASYARAKAT, KHUSUSNYA MASYARAKAT MARITIM UNTUK LEBIH BERHATI-HATI DAN MENINGKATKAN KEWASPADAAN TERHADAP ULAH PERMAINAN SINDIKAT PENIPU DENGAN MODUS OPERANDI SEOLAH-OLAH TELAH DIPERAS OLEH OKNUM PEJABAT ATAU PEGAWAI SUATU INSTANSI DENGAN CARA MENTRANSFER SEJUMLAH UANG KE REKENING OKNUM PEJABAT ATAU PEGAWAI TERTENTU TERSEBUT, GUNA PENYELESAIAN SUATU KASUS. NAMUN SETELAH DITELUSURI TERNYATA NAMA DAN ALAMAT REKENING YANG TERTERA PALSU SERTA NYATA-NYATA BUKAN REKENING OKNUM PEJABAT ATAU PEGAWAI YANG MENURUT MEREKA (SINDIKAT-RED) TELAH MEMERASNYA.

UANG YANG DI TRANSFER TERSEBUT JATUH KEPADA REKENING ANGGOTA DARI SINDIKATNYA SENDIRI. DENGAN BUKTI TRANSFER YANG ADA , ANGGOTA SINDIKAT TERSEBUT MELAPOR KESANA-KEMARI DAN DI BLOW-UP DI MEDIA MASSA, SEHINGGA TERBENTUK OPINI MASYARAKAT YANG NEGATIF.

DISINYALIR MEREKA MERUPAKAN SINDIKAT YANG MENGINGINKAN KEGIATAN ILLEGALNYA DAPAT TERUS BERJALAN LANCAR DENGAN BERBAGAI CARA BERUSAHA MENJATUHKAN SERTA MENJELEKAN INSTANSI-INSTANSI YANG BERWENANG YANG DIPERKIRAKAN DAPAT MENJADI PENGHALANG BAGI KEGIATANNYA DI LAUT. .

CALL CENTER 127

Bakorkamla kedepan akan menjadi lebih dikenal dan disegani oleh seluruh pengguna laut baik lokal maupun internasional…” yang di lauching oleh Ketua Bakorkamla yaitu Bapak Kemenko Polhukam pada acara HUT Bakorkamla ke-5 (05/01/2012). Kutipan kalimat tersebut telah direalisasikan menjadi salah satu agenda tahun ini kegiatan Bakorkamla yakni mensosialisasikan call center 127 di beberapa wilayah.

ALAMAT KANTOR UTAMA

Alamat kantor pusat BAKORKAMLA:

Jl. DR. Sutomo 11, Jakarta 10710

Telp. + 62 21 – 351 9999 Fax. + 62 21 – 3519090