KOTAAGUNG (Lampost): Warga perkampungan nelayan Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, mengeluhkan sampah yang menutupi aliran Way Kapuran. Selain kotor dan mengeluarkan bau tidak sedap, tersumbatnya aliran sungai berpotensi terjadinya banjir saat hujan.
Dampak lain dari tersumbatnya aliran Way Kapuran oleh tumpukan sampah ini adalah warga mulai terserang gatal-gatal, akibat sebagian warga yang mayoritas nelayan ini masih memanfaatkan sungai untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK). Pada Selasa (21-8) siang sampah di Sungai Kapuran, tidak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasarmadang, ini sudah hampir menutupi permukaan sungai dan menumpuk di sekitar jembatan beton di Kapuran. Bila tidak ada gelontoran debit air dari atas, diyakini sampah akan terus menumpuk di tempat tersebut.
Tertutupnya mulut muara Way Kapuran oleh gulma dan pasir laut memperparah keadaan. Panjang serakan sampah dari hulu di permukiman padat penduduk ke arah bagian hilir (muara sungai) mencapai 200 meter. Berbagai jenis sampah tampak di sana, seperti kardus, kasur, tikar, ban, dan paling banyak plastik. Bau busuk menyengat hidung, warna air hitam pekat, dan jutaan lalat mengerubuti sampah.
Kerumunan lalat juga menutupi permukaan jalan dan beterbangan di permukiman warga. Penyebabnya dari bau busuk sampah kali tersebut."Kalau malam kami tidak bisa tidur karena nyamuknya banyak sekali. Siang hari penuh lalat dan bau busuk. Kami terganggu," kata Herman (40), warga setempat.
Selain ancaman banjir saat hujan turun akibat sungai meluap, atau banjir bah saat terjadi pasang di laut Teluk Semaka, yang selalu menjadi langgangan warga setempat. Warga juga khawatir sampah yang menumpuk ini membawa penyakit, seperti muntah berak, malaria, atau demam berdarah dengue,” ujar Herman dan sejumlah ibu rumah tangga di Kapuran.
Warga mengaku sudah sering mengeluhkan masalah sampah di Sungai Kapuran ini, baik kepada ketua RT, ketua lingkungan, kelurahan, kecamatan, bahkan ke Pemkab Tanggamus. "Sampai saat ini belum ada pembersihan dan pengangkutan sehingga sampah terus menumpuk," ujar Neti (50), warga lainnya. (UTI/D-1)
Sumber:lampungpost.com

“Bakorkamla kedepan akan menjadi lebih dikenal dan disegani oleh seluruh pengguna laut baik lokal maupun internasional…” yang di lauching oleh Ketua Bakorkamla yaitu Bapak Kemenko Polhukam pada acara HUT Bakorkamla ke-5 (05/01/2012). Kutipan kalimat tersebut telah direalisasikan menjadi salah satu agenda tahun ini kegiatan Bakorkamla yakni mensosialisasikan call center 127 di beberapa wilayah.