
Kapal Bangka Jaya Line (BJL) 1 kandas akibat menabrak gusung atau gundukan tanah di sekitar perairan Pulau Panjang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Selasa (9/2) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang berjumlah 98 orang telah dievakuasi ke darat.
Kapal BJL 1 bertolak dari Jakarta tujuan Pangkalbalam membawa puluhan penumpang, mobil baik truk maupun jenis lainnya, serta kendaraan bermotor. Namun sekitar tujuh mil dari Pelabuhan Pangkalbalam, kapal tersebut tiba-tiba menabrak gusung. Awak kapal bertindak cepat. Untuk menghindari kejadian tak diinginkan, mereka meminta bantuan untuk mengevakuasi para penumpang.
Direktur Agen Pelayaran BJL, Eko saat dikonfirmasi Bangka Pos Group, Selasa (9/2) membenarkan kapal tersebut kandas.
“Kejadiannya sekitar jam empat pagi. Saat itu air sedang surut. Saat kapal bergeser ternyata ada gusung atau gundukan pasir sehingga kandaslah kapalnya,” jelas Eko di kantornya.
Dalam proses evakuasi, pihaknya langsung turun menggunakan satu kapal pandu dan satu tug boat. Eko yang juga ikut saat evakuasi turun bersama tim dari BJL yang dipimpin Alex.
Polair, Bakorkamla (Badan koordinasi keamanan laut) Babel serta Adpel Pangkalbalam juga ikut bersama untuk membantu evakuasi para penumpang dan awak kapal.
Bakorkamla langsung menurunkan Kapal Catamaram 1205. Para penumpang baik dari umum, sopir dan kernet dievakuasi ke Pelabuhan Pangkalbalam. Mereka tiba sekitar pukul 10.20 WIB.
Mengenai mobil, truk serta barang-barang bawaannya yang masih berada di dalam kapal, menurut Eko tidak perlu dikhawatirkan.
“Kapal dalam kondisi aman, berada di atas gusung, tidak mungkin tenggelam. Proses selanjutnya, bila hari ini belum bisa ditarik kemungkinan besok (Rabu, 10/2),” katanya.
Eko mengharapkan para pelanggan BJL tidak usah khawatir karena kejadian tersebut masih hal wajar. “Kejadian ini sering juga dialami kapal-kapal lainnya. Kapal kandas itu hal biasa, hanya memang waktu kita tiba tertunda,” kata Eko.
Eko saat dihubungi kembali, Selasa (9/2) malam sekitar pukul 22.15 WIB mengatakan kapal penumpang yang kandas akan diupayakan ditarik dini hari (Rabu (10/2) karena pihaknya masih menunggu ketinggian air sekitar 4 meter lebih.
Eko menjelaskan, kondisi air pasang di perairan tersebut sekitar pukul 22.15 WIB hanya sekitar 3 meter, sedangkan kapal BJL 1 dapat bergerak jika pasang air sekitar 4 meter lebih.
“Kita upayakan kapal akan ditarik saat air pasang yang diperkirakan sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu (10/2) dini hari,” kata Eko.
Menurut Eko, kandasnya kapal BJL 1 di gundukan pasir karena pada saat masuk perairan itu sedang surut. “Hanya kandas di gundukan pasir dan tidak ada kerusakan pada kapal,” kata Eko yang saat dihubungi tadi malam masih dalam persiapan menuju ke lokasi kadnasnya BJL 1.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Adpel Pangkalbalam, Elman Inik mengatakan, penyebab kandasnya kapal tersebut masih diselidiki.
“Setelah mendapatkan informasi, pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB kita langsung turun ke lapangan. Syukurlah semua penumpang berhasil kita evakuasi, Semuanya selamat,” kata Elman ditemui di kantornya, Selasa (9/2) siang.
Para penumpang dibawa menggunakan kapal tug boat dengan diawasi kapal pandu, kapal Bakorkamla dan Polair. “Kita tiba di pelabuhan sekitar pukul 10.20 WIB,” tambah Elman seraya berharap pihak perusahaan pelayaran untuk berhati-hati.
Evakuasi Lancar
Ditemui terpisah, Kapten Kapal Catamaran 1205 milik Bakorkamla Babel Haris Tengker mengungkapkan proses evakuasi penumpang berjalan lancar. Hanya saja karena banyaknya penumpang, sementara Catamaran 1205 hanya bisa memuat sekitar 20 orang, penumpang lainnya dievakuasi menggunakan tug bout.
“Kabar pertama kami dapatkan dari kepala DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel-red) Pak Yulistyo sekitar jam enam pagi tadi. Setelah mengisi BBM, kami langsung meluncur ke TKP,” kata Haris Tengker saat ditemui di kapalnya, Selasa (9/2) siang.
Haris mengatakan, saat mereka tiba di lokasi kapal kandas, para penumpang masih dalam keadaan sehat. “Jadi evakuasi berjalan lancar lah,” ujarnya.
Menurut Haris, informasi yang diterimanya, kapal penumpang dan barang tersebut kandas karena berlayar terlalu ke kiri.
“Posisinya di sekitar pulau Panjang. Di situ kan ada mercusuar, tapi sekarang rusak, mungkin karena tidak kelihatan lagi lampunya sehingga kapal agak ke kiri,” kata Haris menambahkan, saat kejadian, kapal BJL 1 sedang berlayar dari Jakarta menuju Pangkalbalam.
Ia memperkirakan, kapal tersebut baru bisa ditarik pada Rabu (10/2) mengingat air laut pasangnya pagi hari. “Kalau air pasang langsung ditarik pakai tug bout, tapi pasang airnya pagi,” katanya menambahkan Bakorkamla membantu dalam rangka pertolongan pertama baik kepada masyarakat biasa maupun nelayan yang terkena musibah.
Sumber :
Babel Pos