Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar gladi posko pengamanan laut Timor.
"Gladi posko di Kupang ini merupakan yang ke-10 dilakukan Bakorkamla," kata Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya Budi Hardjo di Kupang, Senin (15/2).
Dari 10 gladi posko atau operasi yang digelar oleh Bakorkamla di Indonesia dengan sandi "Gurita" ini, menurut dia, telah berhasil menyelamatkan kerugian negara kurang lebih Rp 500 miliar.
Gladi posko pengamanan laut Timor ini, melibatkan sedikitnya 50 perserta dari unsur TNI, Polri dan Polisi Pamong Praja serta Japan Cost Guard atau tim pengaman pantai asal Jepang.
Para peserta ini, katanya, akan diberikan bimbingan dan seni bela diri dalam menangani segala bentuk kekerasan di laut, seperti perompak yang saat ini menjadi sorotan dunia.
Pengamanan gladi posko dilakukan pada beberapa bentuk pelanggaran dan kejahatan di laut, seperti illegal fishing, illegal logging, imigran gelap, perompak dan pencemaran laut.
Khusus di NTT, tambahnya, gladi posko lebih diutamakan untuk pengamanan imigran gelap yang selalu menjadikan NTT sebagai daerah transit ke Australia.
"Kita akan fokus pada masalah imigran gelap dan pencemaran yang marak terjadi di perairan NTT," katanya.
Sumber :
>Tempo Interaktif